Minggu, Maret 01, 2009

Morse


Dalam suatu ruangan, seorang gadis kecil, yang mengenakan baju berwarna coklat muda dengan padanan rok berwarna coklat tua, dengan cerianya sedang menulis urutan garis dan titik-titik tertentu di atas selembar kertas. Sementara temannya yang lain sedang asyik mengamati, sambil sekali-sekali menggaruk kepalanya.

Tiba-tiba gadis kecil itu berhenti menulis dan menyerahkan lembaran kertas tersebut kepada temannya yang tadi sibuk mengamati. Dan tidak berapa lama kemudian, temannya kembali menyerahkan kertas tersebut dengan dibubuhi tulisan. Lalu mereka berdua saling tertawa.

Mereka berdua tidak sendirian, di dalam ruangan tersebut terdapat belasan anak lain yang melakukan kegiatan serupa. Ternyata, mereka adalah anggota Pramuka yang sedang berlatih menulis dan menghafalkan sandi Morse. Sandi Morse merupakan sandi yang terdiri atas garis dan titik yang dikombinasikan dengan cara tertentu. Penerapan sandi Morse tersebut, ternyata tidak hanya dapat disampaikan melalui tulisan saja, namun juga bisa melalui peluit, cahaya, asap, lampu, arus listrik dan lain sebagainya.

Samuel Finley Breese Morse, itulah nama lengkap Morse, sang penemu sandi tersebut yang dinamakan sesuai dengan namanya. Ia dilahirkan pada tanggal 27 April 1791 di Charlestown, di luar kota Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Morse merupakan anak sulung dari seorang pendeta yang bernama Jedidiah Morse dan istrinya Elizabeth Breeze. Selain Morse, mereka juga memiliki 2 orang anak lain yakni Sidney dan Richard. Di keluarganya, ia mendapat nama panggilan Finley.

Pendidikan awal yang dijalani Morse, ditempuh pada saat usianya 7 tahun di Phillips Academy. Meskipun tidak tergolong anak yang cerdas, namun bakat menggambarnya terlihat sangat menonjol. Memang sejak berumur empat tahun, Morse sangat tertarik untuk menggambar. Saat menginjak usia 14 tahun, dia mengumpulkan uang saku dengan menggambar teman-temannya dan orang-orang di kota.



(Gambar 1. Samuel FB Morse)


Pada 1810, dia menyelesaikan pendidikannya di Yale College. Cita-citanya untuk menjadi seorang seniman tidak direstui oleh orangtuanya. Kemudian Morse bekerja sebagai seorang pegawai toko di toko buku Charlestown. Selama masa ini, ia terus menggambar.

Akhirnya sikap ayahnya melunak dan mengijinkannya pergi menuju ke Inggris untuk belajar seni pada 1811. Selama masa ini, Morse bekerja di Royal Academy dengan seniman Amerika yang bernama Benjamin West. Ternyata, hal ini tidak berlangsung lama, pada 1815 Morse kembali ke Amerika dan mendirikan sebuah studio seni di kampung halamannya di Boston.

Pada tahun 1818, Morse menikah, dan kemudian memiliki dua orang putra dan seorang putri. Kondisi pada saat itu ternyata tidak sesuai dengan harapannya. Dia akhirnya menyadari bahwa meskipun lukisannya menarik perhatian orang, namun ia sangat sulit menjual lukisan hasil karyanya. Maka Morse mulai mencari pekerjaan lain dengan melakukan perjalanan yang intensif. Pada tahun 1823 ia tiba di New York dan menetap di sana.

Namun malangnya 7 tahun kemudian istrinya meninggal karena masalah jantung, disusul setahun kemudian oleh ayahnya pada 1826 dan 2 tahun kemudian ibunya. Meskipun Morse sibuk mendirikan dan kemudian menjadi presiden pertama organisasi the National Academy of Design, suatu organisasi untuk membantu para seniman, namun kematian orang-orang terdekatnya membuatnya sangat berduka, sehingga ia pergi menuju Eropa untuk menghilangkan kesedihan tersebut.

Pada bulan oktober 1832, Morse dan keluarganya berlayar pulang dengan kapal bernama Sully. Morse mendengar percakapan tentang electromagnet yang baru ditemukan, dan kemudian muncul dalam benaknya konsep tentang telegraf elektrik. Pada tahun 1835, dia berhasil menciptakan model telegraf pertamanya, yang dioperasikan di gedung Universitas New York, tempat di mana dia mengajar seni. Karena miskin, dia membuat model tersebut dari bahan-bahan kasar seperti penyangga kanvas tua, baterai buatan sendiri, dan jam tua untuk menggerakkan kertas dimana garis dan titik akan dituliskan.

Pada tahun 1837, Morse mendapatkan dua orang rekan yang membantunya mengembangkan telegrafnya. Leonard Gale, seorang professor sains di universitas New York yang memberikan saran-saran kepadanya, seperti bagaimana cara meningkatkan voltase dengan cara meningkatkan gulungan disekitar electromagnet, dan Alfred Vail, seorang pemuda yang memiliki keterampilan mekanik, dimana keluarganya memiliki perusahaan pengolah besi New Jersey. Kedua rekan tersebut sangat berperan membantunya membuat model telegraf yang lebih baik.

Dengan pertolongan teman-teman barunya, Morse mengajukan paten untuk telegraf barunya pada tahun 1837, yang dijelaskannya termasuk sebuah sandi yang terdiri dari titik dan garis untuk mewakili angka-angka, sebuah kamus untuk mengubah angka-angka tersebut menjadi kata-kata, dan seperangkat jenis gigi gergaji untuk mengirim sinyal. Morse yang tidak puas dengan karir seninya, telah memberikan seluruh waktunya bagi telegraf.


(Gambar 2. Telegraf Ciptaan Morse dan Vail 1884-1885)


Pada tahun 1838, dalam sebuah pameran tentang telegrafnya di New York, Morse mentransmisikan sepuluh kata per menit. Dia mneggunakan kamus angka-kata miliknya, dan menggunakan sandi titik-garis untuk menulis surat secara langsung. Walaupun kelak akan berubah secara detail, sandi Morse menjadi standar yang digunakan di seluruh dunia.

Dalam beberapa tahun kemudian, Morse memamerkan telegrafnya dikalangan orang-orang terpelajar, manusia-manusia karir, dan komite-komite dari kongres-kongres, dengan harapan akan mendapatkan dana untuk mengadakan test skala besar bagi telegrafnya. Dia mendapatkan pertanyaan yang besar apakah pesan dapat benar-benar dikirim dari satu kota ke kota yang lain dengan menggunakan kawat.

Pada tahun 1843, dengan usahanya sendiri, tanpa pertolongan berarti dari rekan-rekannya, Morse akhirnya berhasil mendapatkan dana dari Congres untuk membangun kabel telegraf pertama di Amerika, dari Baltimore ke Washington D.C. Setelah Morse selesai merentangkan kawatnya, alatnya mampu bekerja dengan baik. Dan, sejak bulan Mei 1844, jaringan telegraf elektrik antar kota pertama di dunia telah rampung. Setelah dua belas tahun dimana kebanyakan orang Amerika tidak menghiraukan usahanya untuk membangun telegraf, Morse secara cepat menjadi pahlawan Amerika.

Pada tahun 1846, perusahaan-perusahaan swasta yang menggunakan paten Morse, telah membangun jaringan telegraf dari Washington, mencapai Boston dan Buffalo, dan bahkan dikembangkan lebih jauh lagi. Pada tahun 1847, dengan uang yang diperolehnya dari telegraf, Morse membawa keluarganya bersama-sama ke rumah di pedesaan miliknya sendiri. Dia membeli 100 hektar tanah di luar kota Poughkeepsie dan memberinya nama Locust Grove.

Pada tahun 1848, Morse menikah untuk kedua kalinya, dengan seorang kerabatnya yang miskin, tuli dan bodoh, yang berumur 26 tahun. Morse menjelaskan bahwa dia memilih wanita itu karena wanita itu dapat mandiri darinya. Keluarga Morse tumbuh dengan tambahan beberapa orang anak.

Pada awal 1850-an, Morse kembali membangun Locust Grove dengan villa bermodel Italia. Di usianya yang ke-80, tepatnya tanggal 2 April 1872, Morse meninggal dunia di New York karena sakit pneumonia. Ia dimakamkan di pemakaman Greenwood, Brooklyn



Diterjemahkan dan disadur dari:
www.notablebiographies.com
news mercubuana.ac.id

Jumat, Februari 27, 2009

dongeng sebelum tidur (1)

Dulu…
aku pernah punya cinta
sesederhana untaian pelangi di tengah taburan rintik hujan
semewah rangkaian mutiara di tengah dekapan berlian
setulus iringan putaran waktu yang tak terjamah dimensi ruang
Yang selalu ingin kuberikan padamu seutuhnya

aku pernah mencintaimu
selemah bisikan sang bayu saat mencumbu rerumputan
sekuat cengkraman akar pohon di tepian jurang
seputih hamparan salju di Himalaya
sekelam dasar samudra
Yang selalu ingin kupersembahkan untukmu sepenuh jiwa

Dulu…
aku pernah jatuh cinta padamu
mengalun merdu selembut pancaran sinar rembulan yang menembus pekatnya malam
membias bening bak tetesan embun dalam sejuknya selimut kabut pagi
mengalir dalam ukiran jejak langkah siraman ombak kala membelai tegarnya batu karang
Yang tak pernah bisa padam, yang tak kan bisa terkikis dan tak dapat terhempas

namun tak sanggup kuungkap kepadamu, tidak dengan barisan kata, tidak dengan jalinan puisi, tidak dengan eloknya kuntum bunga, tidak dengan manisnya rayuan

karena rasa cinta itu tak sepadan dengan jutaan kata, tak dapat kuwakilkan pada lukisan keindahan ribuan puisi, tak jua sebanding dengan hangatnya sapaan senyuman kuntum bunga atau gemercik dahsyat pesona rayuan

karena ENGKAU JAUH LEBIH BERHARGA dari itu semua…

Dulu...
Aku Sangat Menyayangimu
Yang mungkin tak kan pernah kau pahami

Jumat, Februari 13, 2009

Polan

Seorang pegawai (A) yang bertugas sebagai marketing sebuah perusahaan barang kebutuhan harian rumah tangga sedang melakukan penjualan dan berdialog dengan salah seorang pria(B) yang akan memasuki sebuah pusat perbelanjaan:

A: Selamat siang Mas...boleh saya nanya-nanya sebentar?
B: Selamat siang...iya silahkan...
A: Sabun mana yang selalu anda gunakan?
B: Polan
A: Shampoo mana yang selalu anda pakai?
B: Polan
A: Pasta gigi mana yang selalu anda gunakan?
B: Polan
A: Trs kalau semir sepatu?
B: Polan
A: Kalau kaos kaki?
B: Polan
A: (Sedikit frustasi) Kok dari tadi polan-polan melulu?saya sampai saat ini baru mendengar ada merk barang yang namanya Polan. Coba ceritakan lebih lanjut ke Saya...Polan itu merk internasional dari negara mana?
...

B: Itu bukan merk barang mas...Polan itu temen kost saya....

Jumat, Januari 30, 2009

KISS (Keep It Simple Solution)


Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.


Kasus 1


Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong.

Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.


Kasus 2

Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.

Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!


Kasus 3

Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah ini.

Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari keluhan pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".


Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Solution), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.


source: mailing list

Minggu, Juni 29, 2008

teman adalah hadiah


Teman adalah hadiah dari yang di atas buat kita.

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.

Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.

Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKAN-lah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita.

Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. Itulah cara mereka mempertahankan diri.


Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik"
"Tidak ada yang cocok denganku"
"Teman-temanku sudah lulus semua"
"Aku ini buruk siapa yang bakal tahan denganku"
"Kisah hidupku membosankan"

Mereka tidak akan bilang:
"Aku tidak bisa menari"
"Aku membutuhkan kamu denganku"
"Aku kesepian"
"Aku butuh diterima"
"Aku ingin didengarkan"

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.


source: kiriman temen

manfaat merokok


Kali ini kita bahas Manfaat Rokok...

1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.

2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.

3. Mengurangi resiko kematian; dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.

4. Berbuat amal kebaikan; kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.

5. Baik untuk basa-basi / keakraban; Kalau ketemu orang misalnya di Halte kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya nawarin uang kan boros.

6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan dan perusahaan obat batuk.

7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.

8. Bisa menambah suasana pedesaan/nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya, sehingga seolah-olah berkabut.

9. Menghilangkan bau wangi-wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.

10. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.

11.Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.

12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah; batuk-batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yg lulus).

13. Untuk indikator kesehatan; biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok itu pasti orang sehat.

14. Menambah kenikmatan: sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok !

15. Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok.

16. Anti maling, suara perokok batuk berat di malam hari mujarab untuk mengusir penjahat.

17. Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yg terikat di kursi... "hahaha penderitaan itu pedih Jendral..!!!"

18. Film cowboy pasti lebih gaya kalo ngerokok sambil naek kuda, soalnya kalo sambil ngupil susah betul.

19. Teman boker yg setia

20. Sebagai pengganti pelubang kertas saat emergency

21.
Membuat awet muda, karena konon orang yang merokok berat belum sampai tua udah mati duluan kena kanker paru-paru. Fakta lain ...sekitar 30% orang meninggal di dunia adalah perokok. 70%-nya bukan perokok..!!

Maka merokoklah agar masuk ke golongan yg lebih sedikit itu...hehehehe


source: kiriman temen

Pygmalion

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."

* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata, " Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu".

* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain. Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu." Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul.

Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.

* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.

* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.
Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.

* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur,akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.

Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain. Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik.

Tetapi jika kita berpikir buruk, kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk," atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif,kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita." Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah.

Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai. Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik.

Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat.

Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive people only............how nice our life is!!!!

sumber: kiriman temen